Showing posts with label Slot Perihal Cinta. Show all posts
Showing posts with label Slot Perihal Cinta. Show all posts

Monday, August 29, 2011

Azam

gagal

ah gagal saja yang kau fikirkan

kecewa

terus menerus kau kecewa

alisya

mana semangat kau?

bangkit

bangun lagi

dan terjatuh lagi

mereka tak mungkin mengerti

sakitnya jatuh bertubi-tubi

dan peritnya tanpa ada yang memerhati

luka yang terguris dalam hati

tidak

aku tak mahu jatuh lagi

berhenti

oh

maaf teman

baiklah

baiklah teman

aku takkan mengaku kalah

bangkit lagi

benar kamu akan tunggu bukan?

jadilah semangat aku

jadilah pendorong aku

putus asa sudah membelenggu aku sejak dulu

tak ada yang membantu

tapi Tuhan kirim kamu untuk aku

jadi semangat baru

bina kekuatan dalam diri aku

terima kasih teman

terima kasih Tuhan..

Sunday, August 14, 2011

Everything Happens for a Reason

Sometimes people come into your life
And you know right away that
They were meant to be there

To serve some sort of purpose,
teach you a lesson,or
to help you figure out who you are
or what you want to become

You never know who these people may be

a roommate, a neighbour, a professor, a friend, a lover

but when you lock eyes with them

You know at that very moment
they will affect your life in some profound way.

Sometimes things happen to you that may seem horrible, painful and unfair at first

but in reflection you find that without overcoming this obstacle you would never realized your potential, strength, willpower or heart.

Ilness, injury, love, lost moments of true greatness, and sheer stupidity all occur to test the limits of your soul.

Without these small tests, whatever they may be, life would be like a smoothly paved straight flat road to newhere.

It would be safe and comfortable but dull and utterly pointless.

The people you meet who affect your life and the success and downfalls you experience, help to create who you are and who you become.

Even the bad experiences can be learned from. In face, tyeh are sometimes the most important ones.

If someone hurts you, or breaks your heart, forgive them, for they have helped you to learn about trust, and the importance of being cautious to whom you open your heart to.

If someone loves you, love them back unconditionally, not only because they love you, but because they are teaching you to love.

Make every day count. Appreciate every moment and take from it everything that you possiblu can, for you may never be alble to experience it again.

Talk to people you have never talked to before, and actually listen.

Let yourself fall in love, break free and set your sights high. Hold your head up because you have every right to.

Tell yourself you are a great individual and believe in yourself; for if you don't believe in yourseld, no one else will believe in you, either.

You can make of your life anything you wish.

Create your own life and then go out and live it with absolutely no regrets.

Have a fighting spirit and never hesitate to get back in a struggle!

Most importantly, if you love someone tell them for you never know what tomorrow may have in store.

And learn a lesson in life each day you live.

Someday everything will all make perfect sense.

So for now, laugh at the confusion, smile through the tears, and keep reminding yourself that..

EVERYTHING HAPPENS FOR A REASON!

Thursday, April 7, 2011

More Than Forever

“Hey, you know what?”
“What?”

“It’s almost that time,”

“What time, dear?”

“For me to let go of you,”

All seems that there’s no place to go, any space to move. Even the air stops. Freezed. Stunned.

“I’m sorry, dear. But my time would come soon,”

“No. You’ll live with me forever. Even if there’s a thousand years that would be mine. I’ll love you whatever there would be,”

“If only I have it, dear,”

And another silence.

“If I had a thousand years to love you, I would need to live a thousand more. As so much love inside I want to give you. You’re the one I’m waiting for,”

“Then why let go?”

“Darling, you... A lifetime ain’t enough to love you. There’s not enough time to have you here beside me,”

“I’ll be with you all the time. We promised.”

“No, please. I don’t want to hurt you watching me dying,”

“Promise is promise. Keep it please,”

“If I could, I would give you more than forever. I would love you no matter the end of time. I would give you more than the rest of my life. But I can’t. My time is so short. Not much that I have left to love you enough,”

“We still have time. Let us be together till end of your time if there’s not much more. I’ll stay even when you want me to go,”

“If that’s what I could do, I’ll be loving you more than forever; and if I had have a thousand of your kisses, that won’t be enough to get me around. I would seek for more than a lifetime of your kisses to get me satisfied,”

“Then let me in. Please let me in,”

“I don’t want you to die with me. You mean so much. Even when I have to go, I’ll still live within you. As you’re part of me. So please live, and leave,”

“I would leave, with you,”

“You are half myself. I can’t stand hurting you more. You know there’s not enough time to show you what I’m feeling. I’ll be loving you more than the rest of my life,”

“Just because it’s your life I cant get enough time,”

“Promise me that you’ll find someone,”

“You’re the only one for me,”

“I can’t stand watching you grieving the rest of your life,”
“I won’t. You’ll live with me, with every step I’d go,”

“Hey, baby, you mean so much to me. So don’t hurt yourself. You hurt me more than you would ever realise. There’s not enough place to show you the love that’s inside. Not much word to tell you, and not enough move; but now you know it, just ,please, leave me while I lay here waiting for my time,”

“No!”

“If you won’t go, then you may just as well close your eyes with me,”

“Can I hold your hands, then?”

“Yes, please. But, please, not too close. I don’t want you to die from my disease,”

And they both closed their eyes; slow enough for the time to pass. But they both went together. And love spreads.

If only there exist more than forever, then there’d be a better story than Romeo and Juliet.

10012011 0158a

 

NotaBuku:

One of my English short story. Guess what? Go search for what song I include in this storyline appo 2

Thursday, March 24, 2011

Dan Bila Esok

Di dalam hatiku selalu tersimpan
Rasa yang takkan pernah bisa ku ungkapkan
Kau diam tanpa kata saat ku ungkap semua rasa

Di saat ku ingin dekati rumahmu
Kau semakin jauh meninggalkanku
Dan kau diam tanpa kata saat ku ucap semua rasa

Dan bila esok kita kan bertemu kembali
Masihkah ada ruang di dalam hatimu
Tuk cinta yang pernah kita miliki
Tuk selama-lamanya

Dan bila esok kita kan bertemu kembali
Masihkah ada waktu untuk mencinta dirimu
Untuk bisa menjagai hati ini
Tuk selama-lamanya

Mungkinkah esok kita kan bertemu kembali
Masihkah ada ruang di dalam hatiku
Untuk cinta yang pernah engkau miliki
Untuk selama-lamanya

Tuesday, March 8, 2011

Di Saat Kanda Menjadi Suami Dinda


Di saat kanda menjadi suami dinda..

Dinda berharap agar kanda akan membawa dinda ke ruang kamar hati kanda setulusnya, seikhlas lafaz akad yang kanda sambut dengan getar. Dinda berharap agar kanda akan memandang wajah dinda dengan penuh rasa cinta dan kasih. Dinda berdoa agar kanda bisa membimbing dinda ke jalan yang benar, jalan yang diredhaiNYA.

Saat kanda kucup dahi dinda, pastinya dinda merasakan debaran yang maha hebat. Begitu tatkala kanda mengungkap salam yang buat kali pertama halal untuk dinda sambut. Tangan kanda yang dihulur akan dinda kucup, sambil berdoa supaya tangan itu akan bisa terus dinda genggam sehingga ke syurgaNYA. Dinda harapkan sepasang tangan itulah yang akan memimpin dinda ke dalam syurga, melalui gerbang yang pastinya amat indah ciptaannya.

Akan dinda pasrahkan segalanya pada kehendak kanda; kerana syurga dinda akhirnya adalah dengan keredhaan kanda; kerana keredhaan TUHAN pada dinda nanti adalah bersama redha kanda sebagai suami dinda; bukan lagi pada ayahanda dan bonda yang mengasuh dinda sejak di alam rahim. Setiap tanggungjawab yang kanda pikulkan di atas bahu ini akan sebolehnya dinda tunaikan, sesuai dengan kemampuan diri dinda yang serba kekurangan ini.

Dinda harapkan malam itu kita akan bersama-sama bermunajat, minta bimbingan daripadaNYA dalam melayari bahtera kehidupan disertai ketaatan kepadaNYA. Malam itu juga akan dinda bai’ahkan, dinda akan mematuhi segala keputusan kanda selagi tidak melanggar batas-batas syariat yang telah DIA tetapkan sejak kita belum terlahir lagi.

Selesai menunaikan dua rakaat pertama kita sebagai suami isteri, dinda akan duduk di hadapan kanda, mendengar segala harapan kanda terhadap dinda, mendengar segala kisah hidup kanda; agar dapat dinda tahu ranjau perjuangan kanda untuk umat ini; agar dapat dinda mengatur haluan hidup dinda supaya selari dengan keperluan kanda.

Dinda ingin sekali menceritakan kisah hidup dinda agar kanda pun tahu apa yang dinda impikan dalam sebuah syurga yang kita telah mulakan bersama. Dinda berjanji dinda akan menutup segala aib kanda seandainya ada yang sudi kanda kisahkan pada dinda dan dinda harapkan kanda juga bisa menyembunyikan setiap kekurangan dinda sebagai isteri kanda.

Dinda sedari diri dinda asalnya daripada tulang rusuk yang bengkok; andai diluruskan dengan kekerasan sakitnya tidak terperi, tetapi sekiranya dibiarkan akan terus bengkok. Maka tegurlah segala silap dan salah dinda selepas ini. Dinda mengerti diri dinda hanyalah wanita biasa, bukan Khadijah, bukan Masyitah dan bukan Asiah. Dinda juga mungkin tak setabah Sumayyah, tak sekental Sarah, tak sesuci Aisyah. Dinda hanyalah wanita yang hidup selepas pemergian Rasul junjungan kita.

Dinda berjanji dinda akan menerima diri kanda seadanya. Dinda bukanlah mengharapkan suami setampan Yussuf. Tidak juga setaat Ibrahim. Mungkin tak sepatuh Ismail. Bukan yang sesetia Adam. Apatah lagi yang semulia MUHAMMAD. Dinda sedar kanda bukanlah wali ALLAH, jauh sekali rasulNYA. Tapi dinda yakin kandalah lelaki yang terbaik sebagai teman hidup dinda, kerana sebab itulah kita dipertemukan.

Dinda berdoa agar pertemuan kita dahulu yang telah membuahkan cinta itu akan menjadi sebuah kebun cinta pula setelah ijab ayahanda kanda sambut dengan kabul. Setelah segala halangan dan cabaran kita tempuhi, dorongan nafsu kita tepis, segala kunci yang diletakkan di hadapan mata kanda kini telah terbuka; dan di sinilah dinda menanti. Keluar dari sebuah penjara rasa menuju ke mahligai yang telah kanda persiapkan buat kita.

Di sana nanti kita sedaya menyemai benih-benih cinta agar terlahir buah-buah kasih sayang yang sujud kepadaNYA. Bukankah RasuluLLAH telah bersabda, bangganya baginda di akhirat nanti kerana ramainya umat. Janganlah kanda bimbang dengan ramainya banat dan rijal kita, dinda sentiasa bersedia dengan apa jua cara supaya mereka terdidik dengan suruhanNYA. Jangan pula kanda khuatirkan rezeki mereka, kerana setiap anak itu telah tertulis rezekinya, ketentuan hidupnya, ajalnya serta jodohnya sejak usianya 40 hari di dalam rahim; yakni sejak rohnya ditiupkan ke dalam jasad. Usah gusar andai dinda merasakan beratnya saat membawa rijal dan banat itu ke alam dunia kerana dinda percaya janjiNYA tak pernah mungkir.

Seandainya dinda kanda tinggalkan mengharung hidup sendirian lantaran urusan kanda dengan manusia lain, dinda akan melaksanakan segala arahan kanda, hatta kiranya kanda mengarahkan supaya dinda berkurung di rumah. Doa dinda tak akan pernah putus supaya kanda selamat dalam safar itu.

Kepulangan kanda lewat hari-hari akan dinda nantikan di muka pintu. Keperluan kanda akan dinda persiap sesempurnanya. Segala penat lelah kanda akan sedaya dinda hilangkan. Kalau perlu, akan dinda sediakan rotan untuk kanda menghukum kiranya ada kesilapan yang dinda perlaku di sepanjang kepergian kanda, tapi mungkin dinda tak akan tahan menanggung kesakitan itu; maka dinda mohon dari sekarang supaya kanda sudi mengampunkan khilaf dinda.

Dinda pingin sekali bersama dengan kanda menongkah samudera hidup hingga ajal bertamu. Seandainya ditakdirkan dinda dipanggil dahulu, dinda mengharapkan kanda berada di sisi dinda saat Malakulmaut melaksanakan tugasnya yang satu itu. Dinda ingin mendengar kata-kata ampunan dari kanda meleraikan segala silap dan salah dinda sepanjang menjadi isteri kanda di dunia; mendengar doa kanda agar kita bertemu lagi di daerah sana. Mengikut tutur kata kanda mengucapkan dua kalimah itu buat kali yang terakhir. Mengharapkan kehadiran kanda itu akan mengurangkan rasa sakitnya ditusuk dengan pedang yang 300. Mengubati pedihnya ditarik segala urat sendi di tubuh dinda yang penuh noda.

Kiranya pula kanda meninggalkan dinda di dunia sendirian, dinda mendoakan agar segala dosa kanda diampuni TUHAN; juga dosa dinda yang terpaksa kanda tanggung sejak hari pertama kanda melafaz janji di hadapan kadi. Dinda ingin mengakhiri pertemuan kita di dunia seperti Aisyah mengakhiri kehidupannya bersama RasuluLLAH. Biarlah saat itu kanda berbaring di pangkuan dinda, berkongsi keperitan dalam perjalanan menghadapNYA. Biar ludah kita saling bersatu sesaat kanda mengakhiri helaan nafas kanda, agar berkurang rasa sakit yang tidak dapat dinda tanggung bersama kanda setelah segala derita yang lain pernah kita berbagi.

Demikian harapan dinda yang tersimpan untuk masa depan kita. Dinda mendoakan segala cita-cita kanda akan terkabul, dan impian kanda tercapai. Maafkan kiranya warkah ini berat untuk kanda laksanakan.

Salam sayang dari adinda.

NotaHati: Ini sememangnya dari hati sendiri.

NotaKaki:
Reblogged. Entri asal sudah dipadam dari blog lama. Balasan kepada entri ini: Seandainya Aku Suamimu

Friday, August 27, 2010

Thursday, August 26, 2010

Perihal Cinta Ep 30 | Menunggu Detik

Dia memang nampak sempurna dari semua segi. Dikurniakan wajah yang jelita, otak yang cerdas dan dilahirkan dalam keluarga yang berada. Sesiapa saja akan mencemburui nasib Azalea. Tutur kata yang lemah lembut dan tingkah laku yang sopan amat disenangi setiap orang. Azalea memang disenangi, ramah dan tidak sombong dengan kelebihan yang diamiliki.

Gadis itu nampak gembira sekali, bahkan dia bagaikan dicipta untuk hidup gembira saja. Tapi, siapa tahu? Gadis itu gadis yang sedang menunggu saat kematian yang muncul bila-bila masa. Dia di sahkan menghidap penyakit barah hati. Sampai sekarang dia menanti penderma yang sesuai. Tapi, hasilnya masih mengecewakan, sedangkan barah itu semakin menular. Kadang-kadang dia ingin seperti orang lain, biar tidak kaya, biar tidak bijak, biar tidak cantik, asalkan dirinya sihat. Dia menangis keseorangan. Hanya keluarga yang prihatin mendorongnya untuk terus hidup.

Dia takut sekali untuk memejamkan mata, takut lenanya tanpa jaga. Derita yang ditanggung amat menyakitkan. Ada kala dalam gelak air matanya mengalir. Dia takut sekali apabila tiba-tiba lintasan ajal dan dia dijemput menghadap Ilahitanpa sempat menyampaikan pesan kepada insan-insan tersayang.

Saat-saat yang dilalui seakan tiada makna. Dia betul-betul rasa buntu denganarah hidupnya. Di kampus dia menjalani hidup seperti kebiasaan. Dia seorang pelajar yang baik. Dia memang hebat di mata pensyarah-pensyarah dan kawan-kawan. Tapi, tidak bagi Amri, baginya, gadis itu terlalu sempurna. Dia harus mencari kelemahan gadis itu. Dia tidak senang apabila nama gadis itu sentiasa menjadi yang mendahuluinya dalam setiap perkara. Ada dendam yang harus dilangsaikan.

Azalea sendiri tidak mengerti dengan lelaki itu. apa yang dia buat serba tak kena di mata Amri. Dia tidak kenal sangat dengan lelaki itu, tapi dia senang sekali melihat wajah tenang jejaka itu. Tapi dia tidak tahu kenapa lelaki itu sering mahu berdebat dengannya. Ada-ada saja yang hendak dibantah. Wajah lelaki itu tetap tenang, walaupun kata-kata berbisa yang keluar dari mulut itu. Namun dia tahu lelaki itu baik kerana kawan-kawan tidak pernah berkata buruk tentang lelaki itu.

Amri mendapat idea untuk mendekatkan diri pada Azalea. Melalui risikannya daripada beberapa teman gadis itu, gadis itu mudah bersimpati. Dia harus mengambil peluang itu. Gadis itu harus menebus kesalahan ayahnya. Ayah gadis itu telah membunuh ibu bapaku, ayah gadis itu telah menyebabkan ibu bapanya terlibat dalam kemalangan maut.

" Assammualaikum.... Lama dah kita sekelas. Tapi..tak pernah berbualkan?" Amri memberanikan diri menyapa gadis itu. Dia berharap gadis itu sudi memanjangkan bicara. Dia perasan kekagetan wajah itu.

" Tak sudi ke?" Tanya Amri. Azalena terpana.

" Eh! Waalaikummussalam... hmmm..apa awak cakap tadi?" Tanya Azalea separuh sedar. Tidak menyangka lelaki itu akan menyapanya.

"Hmmm...saya cakap. Kita dah lama sekelas. Tapi tak pernah berbual. Boleh kita berbual sekejab? Sebagai kawan." Amri cuba membuatkan gadis itu selesa. Azalea tersenyum, dia membetulkan duduknya. Amri agak terpesona dengan senyuman itu. Betul kata kawan-kawan. Gadis itu memang sangat cantik. Dia cuba menghalau perasaan asing yang cuba menular. Dia mengingatkan diri tentang dendamnya.

" Oh....apa salahnya. Saya ingatkan awak tak suka kat saya." Ucap Azalea berterus terang. Amri sedikit terkejut, tapi dia kembali mengawal perasaannya. Gadis manis bertudung putih di depannya itu sukar sekali dibenci. Dia sudah berusaha untuk membenci, tapi ternyata tidak sedikit pun perasaan benci itu hinggap di hatinya. Yang ada hanyalah perasaan kurang senang dan dendam terhadap bapa Azalea.

" Awak ingat saya tak suka awak ke?" soal Amri. Azalea terdiam sebentar.

" Hmm...memang saya fikir macam tu. Yelah...kita selalu sangat berdebat. Saya minta maaf andai awak terasa." Balas Azalea. Dia meliarkan pandangan disekitar kantin itu. Rohani kawan rapatnya belum jugak muncul.

" Tak adalah.... Bukan saya tak suka. Tapi saya suka dengar awak membalas setiap patah perkara yang kita debatkan. Walaupun berdebat, suara awak tetap lembut. Saya suka dengar awak bercakap." Tanpa sedar Amri meluahkan sedikit rahsia hatinya. Dia tidak dapat menafikan yang dia suka mendengar suara gadis itu, lembut dan bersopan. Wajah Azalea merah.

" Boleh kita jadi kawan?" Tanya Amri melindung gugup. Dia takut sekali niat membalas dendamnya tersasar.

" Boleh..... Panggil saya Alea." Balas Azalea ramah.

" Saya... Amri, awak boleh panggil saya Am. Kalau nak panggil abang Am pun boleh." Amri cuba bergurau. Azalea tergelak. Amri sekali lagi tergamam, manis dan cantik sekali.

" Tak sangka awak ni suka bergurau." Azalea mula menyenangi kehadiran lelaki itu.

" Banyak yang awak tak tau tentang saya tau. Tak kenal maka tak cinta. Mana tau lepas kenal saya awak jatuh cinta. Ops..." Amri menutup mulutnya. Azalea tergelak lagi.

" Tak semudah itu saya jatuh cinta tau." Azalea menegaskan katanya sekadar membalas usikan Amri. Bukan dia tak nak jatuh cinta, tapi dia takut tidak mampu membalas cinta itu kerana hatinya makin lemah.

" Apa? Awak ada kanser? Cakap betul-betul Am, jangan main-main." Azalea terkejut mendengar berita yang disampaikan oleh Amri itu. Sukar dia hendak menerima semua itu menimpa sahabat baiknya. Sejak tiga bulan dulu, Amri menjadi sahabat baiknya. Walaupun masih ligat berdebat, tapi tutur kata tetap dijaga.

" Betul Alea. Dah lama dah saya sakit." Bohong Amri. Azalea sayu melihat wajah Amri, rupa-rupanya bukan aku seorang aje yang menunggu kematian. Dia pun, dia memang seorang yang tabah. Hanya aku yang seakan mengalah dengan penyakit ini.

" Saya tak sangka...awak pun ada penyakit berbahaya." Azalea sebak. Amri menyembunyikan senyuman, dia berjaya memancing simpati Azalea. Dia dapat melihat air mata berlinang di tebing kelopak mata gadis itu.

" Saya pun tak sangka pada mulanya. Tapi, bila doctor bagi tau, saya rasa dunia saya dah musnah. Saya sedih sangat. Awak nak ke berkawan dengan saya? Seorang yang sedang menunggu kematian yang entah tiba-tiba akan datang."Bohong Amri lagi. Azalea mengesat air matanya. Wajah itu ditatap penuh ikhlas.

" Saya akan tetap di sisi awak, walau macam mana pun keadaan awak. Kita sama-sama habiskan sisa hidup yang ada dengan bahagia." Tanpa sedar Azalea melafazkan kata-kata. Amri agak keliru dengan ayat terakhir Azalea. Sisa hidup?Tapi dia malas hendak berfikir panjang. Apa yang dia tahu dia gembira apabila Azalea betul-betul percaya kepadanya.

Azalea menghantar langkah Amri dengan air mata. Dia dapat melihat kepiluan dimata itu. Kita sama-sama menunggu kematian Am. Kita sama-sama akan habiskan sisa hidup bersama. Bisik hati Azalea.

" Kenapa ni nak? Alea sakit ke sayang? " Tanya Datin Naini, ibu kesayangan Azalea. Bawah mata sembab anaknya dipandang dengan hati yang tertanya-tanya. Dia memegang bahu anaknya lembut. Azalea memeluk tubuh kurus ibunya.

" Mak....dia pun macam Alea. Dia pun seorang yang menunggu kematian. Dia pun sakit..." sedu Azalea di bahu itu. Datin Naini tidak mengerti, dia hanya membiarkan anaknya meluahkan dulu apa yang disimpan. Sambil itu tangannya mengusap belakang anaknya dengan penuh sifat keibuan.

" Alea ingat... Alea je yang paling malang. Tapi, rupa-rupanya ada orang lain jugak yang menderita. Tapi dia sungguh tabah. Dia tak pernah nampak patah semangat macam Alea. Alea nak jadi macam dia." Tangis Azalea. Datin Naini menarik tangan anaknya lembut ke sofa. Mereka melabuhkan punggung di situ. Dia mengusap lembut kepala anaknya di pangkuan. Dia ingin tahu siapa gerangan yang diceritakan anaknya. Dia ingin mengucapkan terima kasih pada insan itu.

" Siapa tu nak?" Tanya Datin Naini sebak.

" Am mak... kawan Alea yang Alea cakap dulu. Dia sakit mak, tapi dia tak putus asa. Dia tabah." Beritahu Azalea diiringi esak tangisnya.

" Janganlah menangis sayang... mak nak anak mak tabah macam dia." Ucap Datin Naini. Azalea angguk perlahan, dia masih berbaring manja di pangkuan ibunya. Dia memang manja, biarpun nampak serius, namun keletah manjanya hanya tika dia bersama dengan keluarga kesayangan.

" Awak...awak dah makan ubat?" Amri tersentak dari menungan. Dia menoleh ke arah suara lembut itu. Dia teruja melihat senyuman manis Azalea. Bibirnya kaku untuk bersuara, entah mengapa dadanya berdebar semacam.
" Kenapa awak ni?" Tanya Azalea hairan. Dia mengambil tempat di sisi Amri. Amri diam, dia dapat menghidu wangian yang sering digunakan gadis itu walaupun jarak mereka agak jauh di kerusi panjang itu.

" Am..." panggil Azalea. Amri tersentak lagi.

" Awak... apa awak Tanya tadi?" Amri tersipu mengenangkan kelekaannya tadi. Wajahnya hangat apabila mendengar gelak halus di sisinya. Dia teruja lagi melihat tawa itu, gigi gadis itu tersusun kemas nampak indah bila ketawa.

" Awak berangan ya..." usik Azalea.

" Mana ada..." nafi Amri.

" Eleh...bohong...tadi tu apa? Tak dengar pun soalan saya." Azalea ingin mengusik lagi.

" Tadi tu saya berfikir..." balas Amri sambil tersengih. Azalea tergelak, Amri ikut sama gelak.

" Awak ni ada-ada je.. saya tanya tadi... awak dah makan ubat?" Tanya Azalea prihatin. Amri mengelabah.

" Dah...dah..sebelum ke sini tadi saya dah makan." Bohongnya, walaupun menyedari menipu itu berdosa, tapi dia bertekad untuk meneruskan jugak. Alang-alang menyeluk pekasam, biar sampai ke pangkal lengan.

" Hmmm...baguslah macam tu. Saya tak nak kawan saya sakit." Ucap Azalea. Dia menyatu jari jemarinya. Memang mereka selalu menghabiskan masa disitu, di taman bersebelahan dengan perumahan keluarga Azalea. Adik bongsu Azalea sentiasa menemani mereka, Azirul yang berusia 10 tahun sedang leka bermain buaian.

" Kawan je?" Tanya Amri berani. Giliran Azalea tersentak.

" Apa maksud awak?" Tanya Azalea sedikit cuak. Dia takut, takut rahsia hatinya turut diketahui.

" Awak tak pernah ke..sayang kat saya?" Tanya Amri.

" Sayang....saya sayangkan awak sebagai kawan saya." Balas Azalea berpura-pura tenang. Amri tidak putus asa, misinya mesti berjaya.

" Saya nak kahwin dengan awak Alea. Saya tau saya tak layak, tapi saya cintakan awak. Saya nak awak jadi isteri saya." Luah Amri berani. Azalea tergamam. Dia terdiam.

" Alea....bagilah jawapan. Jangan membisu je.." Amri sedikit mendesak.

" Tak boleh Am.. kita tak boleh kahwin." Balas Azalea. Dia takut, saat dia berbahagia nanti dia tidak sampai hati untuk meninggalkan lelaki itu.

" Kenapa tak boleh? Kenapa? Kerana saya dah nak mati? Sebab itu awak tak nak pertaruhkan hidup dengan orang yang berpenyakit macam saya?" tegas Amri. Dia berdiri tegak. Azalea masih membisu. Bukan begitu Am, hatiku memang kuat mencintai kau, tapi... hatiku juga makin lemah untuk menjalankan fungsinya. Jerit hatinya. Tiada siapa tahu perasaannya melainkan yang Maha Esa.

" Tak payah cakap apa-apapun saya tau Alea. Awak memang tak sanggup nak hidup dengan orang yang dah nak mati macam saya." Amri melangkah ingin pergi dari situ. Azalea terpana, pantas tangannya mencapai lengan Amri. Nasib baik Amri menggunakan baju lengan panjang. Perlahan-lahan, Amri berpaling memandang Azalea. Dia terkejut melihat wajah itu sudah basah dengan air mata.Terasa ingin sekali dia mengesat air mata itu, tapi dia sedar batasan mereka. Dia rasa bersalah dengan penipuannya. Azalea turut melepaskan pergelangan tangan Amri.

" Am... awak tak faham. Saya pun gadis yang menunggu kematian. Am... saya tak kuat Am.. saya sayang awak. Tapi... keadaan tidak membenarkan saya menyempurnakan kehendak awak dan saya sendiri. Lagipun kita masih belajar. Am...maafkan saya." Ucap Azalea pantas berlalu meninggalkan Amri. Amri tergamam di situ, dia hanya memandang Azalea melangkah pergi sambil berpegangan tangan dengan Azirul. 'Gadis yang menunggu kematian?' apa maksud dia?

Amri terkejut apabila menerima panggilan daripada ibu Azalea memberitahu ingin berjumpa. Dia menerima pelawaan wanita itu. Seperti yang dipersetujui mereka bertemu di restoran Rasa Sedap. Dari jauh dia melihat wanita yang berusia separuh abad sambil ditemani Azirul, adik Azalea.

" Assalammualaikum mak cik..." sapa Amri.

" Waalaikummussalam.... Duduk Am.." balas Datin Naini sambil tersenyum ramah. Amri melabuhkan punggung sambil menundukkan sedikit kepala sebagai tanda hormat. Amri hanya memesan air tembikai, dia tidak berselera untuk makan. Dia hanya hendak mengetahui tujuan ibu Azalea itu menemuinya.

" Begini Am... Mak cik dapat tau Am dah melamar Alea untuk jadi isteri. Betulke? Am serius?" Tanya Datin Naini. Amri telan air liur." Betul mak cik. Saya memang nak dia jadi isteri saya. Saya tau saya tak layak, tapi saya sayang dia mak cik. Berilah saya peluang makcik." Ucap Amri berani. Datin Naini mengangguk-anggukkan kepala beberapa kali. Pesanan air tembikai Amri sudah sampai, Amri meneguk air beberapa kali. Terasa kering tekaknya.

" Tahu kenapa Alea menolak?" Tanya Datin Naini lagi. Amri menggelengkan kepala.

" Am... makcik memang tak halang kalau korang nak kahwin. Family kami okey.. cuma Alea. Dia rasa dia tak mampu bahagiakan Am nanti. Dia pun macam Am, dia sakit jugak Am. Selama ni dia pinjam semangat Am untuk teruskan hidup. Makcik pun nak ucapkan terima kasih kerana Am telah pulihkan semangat dia untuk hidup." Amri terpana mendengar kata-kata Datin Naini. Alea sakit? Sakit apa?

" Apa maksud mak cik?" Tanya Amri dengan debaran.

" Dia dah lama menghidap barah hati Am. Mak cik tau, memang dia tak pernah cakap kat kawan-kawan dia sebab dia tak nak orang susah hati. Tapi mak cik harap Am pun sudi terima dia." Amri tersandar di kerusi mendengar kenyataan itu. 'kita sama-sama habiskan sisa hidup kita'. 'saya gadis yang menunggu kematian'. Bagaikan terngiang-ngiang kata-kata Azalea dulu. Dia rasa bersalah sangat.

" Am tak tau mak cik... tapi... izinkan saya ambik dia sebagai isteri saya." Kali ini Amri benar-benar bertekad. Dia ikhlas untuk memperisterikan gadis itu, bukan untuk melunaskan dendamnya.

" Mak cik sentiasa merestui Am. Mak cik izinkan." Balas Datin Naini sebak. Dia ingin anaknya bahagia.

" Tapi....ada perkara saya nak terus terang kat mak cik. Saya harap makcik maafkan saya. Tentang perasaan saya terhadap Alea, saya tak tipu, saya memang cintakan dia." Amri ingin berterus terang. Datin Naini angguk. Amri menceritakan segalanya. Bermula dari rancangannya pada mulanya hendak membalas dendam, menjadi kawan kepada Azalea dan akhirnya jatuh cinta. Berkali-kali dia berjanji akan membahagiakan Azalea sebelum Datin Naini benar-benar yakin.

......................................................................................

" Saya cintakan awak.... banyak..." lafaz Amri ketika dia bersantai bersama isteri kesayangan di koridor chalet. Sudah 2 minggu mereka bergelar suami isteri, dan 3 hari yang lalu mereka sampai di situ untuk berbulan madu.

" Saya cintakan diri saya sendiri..." terbeliak mata Amri mendengar kata-kata isterinya. Dia memasamkan wajah melihat wajah nakal isterinya mengusik. Pantas dia menyambar tubuh isterinya. Azalea terjerit.

" Lepaslah...." Azalea menjerit kecil, dia memukul-mukul kecil lengan suaminya yang kemas dipinggangnya. Pelukan itu semakin erat, akhirnya dia hanya membiarkan tangan itu menyulami pinggangnya. Dia mencari wajah suaminya dibelakangnya.

" Alea cintakan abang tak?" Tanya Amri manja. Dia membelai rambut Azalea, sudah lama dia mengangankan untuk membelai rambut itu, akhirnya setelah menjadi suami isteri dia dapat jugak merasa nikmat itu. Hanya dia yang berhak berbuat begitu, hanya dia, kerana isterinya itu tidak akan membenarkan rambut itu dilihat lelaki bukan halal.

" Alea....cintakan diri sendiri aje...." Balas Alea lagi. Amri memuncungkan mulut.

" Malam ni abang tinggalkan Alea tidur sorang-sorang je. Biar Alea kena gigit hantu." Usik Amri. Azalea tertawa. Dia melentokkan kepala manja dibahu suami tercinta. Dia mengusap pipi Amri, Amri suka sekali dengan tingkahmanja Azalea. Bukan dibuat-buat, tapi spontan. Dia sendiri pun tidak menyangka gadis yang nampak serius seorang yang manja.

" Perlu ke Alea nak ucap yang Alea cintakan abang? Abang dah jadi sebahagian dari diri Alea, jadi... Alea cintakan abang seperti cinta pada diri sendiri. Alea cintakan abang kerana cinta abang terhadap yang Maha Esa. Alea cintakan abang kerana ketaqwaan abang terhadap Allah. Alea sentiasa berdoa agar cinta kita terhadap Allah melebihi cinta kita terhadap diri sendiri." LuahAzalea.

" Terima kasih kerana jadi isteri abang." Ucap Amri. Azalea hanya tersenyum sambil mengucup tangan suaminya. Amri insaf mendengar kata-kata isterinya. Dia begitu bersyukur bertemu jodoh dengan Azalea. Dia masih ingat betapa payah dia hendak meyakinkan Azalea menerimanya dulu. Dia masih ingat esak tangis gadis memberitahu yang dia gadis yang menunggu kematian.

" Abang... Alea rasa tak sihat..." adu Azalea selepas mereka solat subuh berjemaah pagi itu. Amri pantas meraba dahi isterinya. Dia risau apabila merasa kehangatan di situ.

" Alea dah makan ubat?" Tanya Amri.

" Dah..." balas Azalea. Amri menarik tangan isterinya lembut dan membaringkan tubuh itu ke tilam.

" Meh sini abang picit ye.... Pukul 9 nanti abang bawa pergi klinik."Amri memicit lembut dahi isteri tercinta.

" Kita kan ada kuliah nanti." Balas Azalea.

" Alah....kita ponteng sekali ni aje. Lagipun Alea tak sihat, nanti minta MC dari doctor." Ucap Amri, jemarinya masih memicit lembut dahi itu. Lagipun hanya tinggal sebulan lagi mereka menjadi pelajar.

" Alea je yang dapat MC tau.." Azalea tergelak. Amri turut tergelak. Azalea memejamkan mata mengusir rasa pening. Dia akhirnya terlelap.

Selepas menjalankan pemeriksaan Azalea duduk di sisi suaminya di depan meja doctor. Doctor Nur tersenyum pada pasangan suami isteri muda itu. Dia membelek kertas di tangannya

" Tahniah... you berdua bakal jadi ibu dan ayah." Doctor Nur menghulurkan tangan pada Azalea. Teragak-agak Azalea menyambut, dia tergamam. Amri di sebelah bagaikan hendak menjerit kegembiraan. Wajahnya berseri.

" Berapa bulan doctor?" Tanya Amri gembira, tangan isterinya digengam erat.

" Baru masuk lapan minggu. Hmm...jaga wife you baik-baik tau.Lagipun..kesihatan dia pun tak berapa baik jugak." Pesan doctor Nur. Azalea hanya terdiam.

Azalea hanya membisu sejak dari tadi. Tidak sepatah pun bersuara, Amri perasan perubahan isterinya.

" Kenapa ni sayang? Alea tak bahagia, tak lama lagi kita akan jadi ayah dan ibu?" Tanya Amri sebaik mereka keluar dari bilik doctor Nur.

" Abang...abang tak ingat ke keadaan kita? Kita mungkin tak dapat hidup lama bang....macam mana dengan anak kita nanti? Mereka akan kehilangan kita. Ataupun...Alea akan pergi sebelum sempat melahirkan baby ni.." luah Azalea. Dia mengusap perutnya yang masih kempis. Ibu sayangkan baby... maafkan ibu...

Amri memeluk isterinya. Dia mengerti kenapa isterinya begitu.

" Alea kena ingat... Allah yang menentukan segalanya. Allah memang nak bagi baby ni untuk kita sebagai bukti cinta kita." Pujuk Amri. Azalea hanya angguk.

" Kita berserah pada Allah...kita jangan terlalu cepat berputus asa. Alea kena jaga diri dan baby tau. Terima kasih kerana kandungkan zuriat abang.... Abang cintakan Alea." Ucap Amri.

" I love you too."

" I love you three.." balas Amri nakal. Azalea tergelak bahagia.

" Syukurlah.... Alea nampak sihat je.." Datin Naini tersenyum bahagia melihat anaknya yang sedang sarat mengandung dengan jubah konvokesyen. Mereka bergambar kenang-kenangan bersama keluarga dan kawan-kawan. Teruk jugak Amri dan Azalea di usik teman-teman yang nakal.

Datin Naini memimpin tangan Azalea duduk di bangku panjang. Amri mengambil gambar isterinya berkali-kali.

" Mak...jaga anak Alea nanti ye... kalau Alea tak sempat tengok dia besar. Mak kena tolong abang Am jagakan anak kami. Mak bawakan dia lawat Alea nanti. Mak kena janji ya... mak kena cakap kat anak kami, yang Alea sangat sayangkan mereka." Datin Naini terpana mendengar permintaan anaknya. Dia menangis memeluk anaknya.

" Jangan cakap macam tu nak... kita jaga sama-sama." Balas Datin Naini.Datuk Azrul dan Amri yang memandang kelakuan dua beranak itu menahan sebak.Tiada lagi dendam Amri terhadap Datuk Azrul kerana rupa-rupanya Datuk Azrul telah menebus kesalahan dengan menanggung segala perbelanjaannya dulu. Dia pun baru tahu setelah mak usunya menceritakan hal sebenar. Lagipun menurut makusunya, kemalangan itu memang tidak disengajakan.

" Cakap kat abang Am... kalau anak-anak ni kembar perempuan namakan dia Alia Balqis dan Anisa Balqis. Dan kalau dua-dua lelaki Arief Amsyar dan Arief Ammar." Pesan Azalea lagi. Datin Naini gagal bersuara kerana menahan tangis. Datuk Azrul dan Amri menghampiri mereka.

" Kenapa ni?" Tanya Datuk Azrul lembut, penuh dengan naluri kebapaan.

" Tak ada apa-apa abah...." Balas Azalea.

Amri menghampiri katil yang menempatkan tubuh isterinya. Wajah pucat itudi pandang dengan rasa cinta yang tak berbelah bagi. Tangan itu dikucup penuh kasih sayang. Ibu kepada sepasang anak kembarnya itu masih nampak cantik walaupun terlantar di situ.

" Abang..... Arief dengan Balqis mana?" Tanya Azalea. Amri duduk disisi katil, dahi itu dikucup lama.

" Mereka kat dalam bilik baby. Terima kasih sayang...anak-anak kita comel.Muka sebijik macam ibu mereka." Amri tersenyum manis.

" Abang.... Alea nak tengok Arief dengan Balqis... boleh abang bawa kesini?" pohon Azalea penuh berharap. Amri angguk, pantas berlalu ke bilik bayi. Dia kembali ke situ bersama ibu bapa Azalea yang mendukung anak-anaknya. Amri membantu Azalea duduk dan menyandarkan tubuh isterinya ke dadanya. Mereka menyambut anak-anak mereka dari ibu bapa Azalea.

" Anak ibu...." Bisik Azalea pada dua bayi di depannya. Balqis dipangkuannya dan Arief di pangkuan suaminya. Datuk Azrul dan Datin Naini meninggalkan pasangan itu. Azalea tertawa melihat wajah comel anak-anaknya. Selepas itu Arief pulak beralih ke pangkuannya, Balqis diserahkan kepada Amri. Wajah Arief dan Balqis dicium bertalu-talu tanpa jemu.

" Abang jaga anak kita tau. Alea tak mampu nak tengok anak-anak kita membesar. Alea tau mereka selamat di sisi ayah mereka. Kalau abang nak cari suri lain untuk ganti Alea pun, Alea tak kisah bang. Alea rasa, Alea tak mampu nak jaga abang dengan anak-anak." pesan Azalea. Amri sebak.

" Alea..abang ada rahsia nak cakap. Abang sebenarnya..tak"

" Tak sakit kan?" teka Azalea. Amri tergamam, macam mana Alea tahu?

" Macam mana... Alea.. tau?"

" Alea tak pernah tengok abang makan ubat sejak kita jadi suami isteri." Balas Azalea.

" Maafkan abang sayang. Abang terlalu cintakan Alea. Dulu memang abang nak berterus terang, tapi abang takut Alea tak terima abang. Mak pun tak bagi abang cakap kat Alea." Pohon Amri. Ubun-ubun isterinya dikucup.

" Alea tak kisah bang. Alea tak salahkan abang. Abang telah bahagiakan Alea sepanjang kita jadi suami isteri. Abang kena janji akan jaga anak kita baik-baik tau. Alea cintakan abang..." ucap Azalea. Air mata Amri mengalir.

..........................................................................................

" Ayah...." Amri tersentak mendengar suara anak gadisnya memanggilnya. Selepas itu dia terasa tubuhnya dipeluk erat oleh jejaka di sebelah. Kemudian gadis yang seiras arwah isterinya memeluknya.

" Ayah....jom kita balik. Esok kita pergi ziarah pusara ibu lagi." ajak suara garau anak terunanya. Mereka bertiga berjalan berpelukan menuju ke kereta. Amri menoleh ke pusara arwah isterinya. Selamat tinggal sayang.... semoga Alea ditempatkan di kalangan muslimin muslimah yang soleh. Kau lah isteriku yang solehah. Tak jemu melayan kerenah suamimu ini dan sudi melahirkan zuariat suamimu ini.

Amri duduk di tempat bersebelahan pemandu. Arief Amsyar yang telah berusia 23tahun memandu, Alia Balqis duduk di tempat duduk belakang. Amri sentiasa memperkenalkan anak-anaknya kepada kemurnian perketi arwah ibu mereka. Dia boleh berbangga kini, kerana anak-anaknya membesar menjadi anak-anak yang taat dan berjaya dalam pelajaran.

Amri menatap gambar wajah isteri yang amat dirindui yang amat dia kasihi...
Sayang.... anak-anak kita dah besar... mereka anak yang baik. Seperti ibu mereka. Abang tak pernah menduakan kasih Alea kerana tidak ada wanita lain yang layak menjadi isteri abang dan ibu kepada anak-anak kita selain Alea. Abang rindukan Alea. Abang tak pernah lupa mencintai Allah melebihi cinta terhadap makhluk ciptaan-Nya. Abang selalu bersyukur kerana Allah telah mengurniakan Alea untuk abang cintai.

" Ayah....Balqis rindukan arwah ibu.." sebak Balqis bersuara. Amri menoleh ke belakang, wajah kerinduan itu direnung. Selepas itu dia berpaling ke sebelah, seperti Balqis, wajah Arief jugak sarat dengan kerinduan terhadap arwah ibu yang tidak sempat membesarkan mereka. Azalea pergi selepas seminggu melahirkan mereka. Amri masih ingat hari terakhir isterinya bersama mereka. Dia dapat merasakan sesuatu melihat cara renungan Azalea. Azalea sempat memohon maaf dan memintanya menghalalkan segalanya. Hari itu memang aneh, Arief dan Balqis yang baru berusia seminggu masa itu tidak banyak kerenah.

Tersenyum dan tergelak suka apabila dibelai Azalea. Azalea menyandar di dada Amri sambil memeluk anak-anaknya erat. Amri sempat mendengar bisikan syahadah sebelum dada isterinya tidak lagi berombak. Arief dan Balqis tiba-tiba menangis. Dia sendiri masa itu hanya mampu memeluk isterinya erat bersama anak-anak mereka. Dia hanya melepaskan isterinya apabila abah Azalea menariknya perlahan. Air matanya berlinang, dibiar lepas. Anak-anaknya beralih ke dalam pelukan seorang jururawat dan emak Azalea. Dia merebahkan tubuh isterinya kekatil dengan hati-hati. Dia mengucup dahi isterinya. Dia dapat mengesan bekas air mata dipipi isterinya. Dia tahu, terlalu berat hati isterinya meninggalkannya bersama anak-anak yang masih terlalu kecil.

" Mesti arwah ibu pun rindukan kita, kan ayah." Celah Arief.

" Percayalah sayang.... Arwah ibu jugak rindukan kamu berdua. Arwah ibu seorang yang penyayang. Nanti kita akan berkumpul bersama. Jadilah anak yang soleh." Pesan Amri. Arief dan Balqis angguk.

" Kami janji, kami akan jadi anak yang baik ayah.. kami sentiasa berdoa untuk kesejahteraan ayah dan arwah ibu." Ucap Arief. Amri amat bangga dengan sikap tanggungjawab anak terunanya itu.

" Arief nanti jaga adik tau. Nek usu, Tok abah dengan tok mak pun kena jaga tau. Dengar cakap mereka. " Pesan Amri. Dia rasa mengantuk yang amat sangat.

" Ya Allah... hanya Kau berhak disembah. Nabi Muhammad pesuruh Allah." Bisiknya sebelum memejam mata.

Arief Amsyar memeluk bahu Alia Balqis memandang pusara arwah ibu dan arwah ayahnya. Doa dikirim untuk insan-insan kesayangan itu. Mereka redha pemergian arwah ayahnya sudah ditakdirkan. Arwah ayahnya pergi kerana seruan Ilahi dan rindu kepada arwah ibu. 'Ya Allah ya Tuhanku, tempatkanlah ayah dan ibu kami di kalangan muslimin muslimah yang soleh. Ayah.. kami membesar dalam dakapan kasih sayangmu, ibu... kami hidup di bawah naungan kasihmu. Terima kasih kerana melahirkan kami. Kami bersyukur menjadi anak-anak kalian.' Bisik pasangan kembar itu.

Wednesday, August 25, 2010

Perihal Cinta Ep 29

aku nampak kamu berjalan sendiri kelmarin. ya, selepas lebih sebulan tidak nampak bayang langsung. aduhai. tiang di hadapan hampir terlanggar. sipi sahaja lagi aku bakal jadi bualan orang. ya, mungkin jadi gadis pertama melanggar tiang tengah jalan berdekatan tandas di sebelah LT2. tiang itu, yang terpacak di tengah jalan. yang semua orang maklum kewujudannya.

aku tak tahu apa persepsi kamu terhadap aku. tapi aku tahu aku ada merasakan sesuatu terhadap kamu. sejak pertama kita berbicara, aku rasakan ada sesuatu membuat aku selalu mencari kamu. tika itu aku duduk, kamu berdiri. tika itu aku menjual, kamu membeli. tika itu.. aku masih berdiam diri.

kamu sering menemankan aku waktu kedai kosong. hanya ketika itu. hanya ketika kita berdua di situ, bukan waktu aku ada teman setugas. kamu berbual dengan aku tentang minyak wangi yang kamu jual, dan tentang lagu nasyid yang aku kumandangkan dari Mr Lappy kesayangan aku setelah penat memutar lagu nasyid dari CD milik kedai. aku ingat aku catat apa yang kamu katakan saat itu. tiga lagu yang kamu suka dengar. tapi aku tidak ingat apa. masih ada lagi, barangkali, dalam diari aku sepanjang tahun lalu.

kamu suka bergurau denganku tentang harga barang di kedai yang aku jaga. kononnya kamu mahu bayar kurang, kemudian kamu berkata lagi kamu mahu bayar lebih dari yang patut, sedangkan aku hanya menurut apa yang pada label harga. tidak lebih dan tidak kurang. ada saja bidasanmu terhadap jawapanku. ada saja soalanmu demi untuk membuatkan aku bersuara.

ya, gadis senyap seperti aku, yang hanya menjerit di dunia maya ini, bisa kamu ajak berbicara. sesuatu yang jarang sekali aku lakukan di alam realiti hidup aku. berbicara. hebat sekali kamu.

ya, aku memang mencari kelibat kamu. kerana aku dapat merasakan setiap kali kamu ada berdekatan.

dari usai membaca Salju Sakinah karya saudara Zaid Akhtar, aku hanya menggelarkan kamu Naufal; kerana aku tak pernah berani bertanyakan nama kamu. ya, dan nampaknya panggilan Naufal itu cocok denganmu.

hampir setahun mengenali kamu, baru aku tahu nama kamu. itu pun secara kebetulan kerana kita ditempatkan di bilik ujian yang sama ketika itu, dan kita menunggu di pondok yang sama. kebetulan kamu duduk di sebelah aku yang sedang mentelaah kertas Calculus II untuk terakhir kali sebelum masuk ke bilik peperiksaan.

aku sebenarnya masih bingung mahu tertawa atau mahu apa ketika kamu menawarkan air (yang aku rasa kamu tahu pasti aku akan menolaknya) kepada aku. kelakar itu sudah jadi penawar sepi aku. aku akan tertawa atas setiap benda yang berlaku meski ia membunuh aku dari dalam.

dan dalam waktu lima minit terakhir itu aku menemukan namamu. Shukri. itu sahaja yang aku benar pasti tentang kamu.

aku tahu kamu mungkin tidak akan tahu sama sekali tentang ini, tapi paling tidak aku menyatakan apa yang aku rasa walau tidak ada siapa yang sebenarnya tahu siapa Naufal di hati aku.

entah siapa pula Sumayyah kamu.

NotaBuku:
Ya, aku memilih nombor 29 untuk entri ini.

Tuesday, August 24, 2010

Perihal Cinta Ep 28 | Jangan Terlalu Mencari Kesempurnaan

Sometimes the best way to hold onto something is to let it go..

Jika kamu memancing ikan; setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu. Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja, kerana ia akan sakit oleh kerana bisanya ketajaman mata kailmu, dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.

 

Begitulah juga, setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang. Setelah dia mula menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya. Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu sahaja, kerana dia akan terluka oleh kenangan bersamamu, dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingatimu.

 

Jika kamu menadah air, biarlah berpada. Jangan terlalu mengharap pada takungannya, dan janganlah menganggap ia begitu teguh. Cukuplah sekadar keperluanmu. Apabila sekali ia retak, tentu sukar untuk kamu menampalnya semula. Akhirnya ia dibuang. Sedangkan jika kamu cuba memperbaikinya mungkin ia masih dapat digunakan lagi.

 

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya. Janganlah kamu terlalu mengaguminya, dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa. Anggaplah dia manusia biada. Apabila sekali dia melakukan kesilapan, bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya. Akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya. Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke akhirnya.

 

 

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi; yang kamu pasti baik untuk dirimu, mengenyangkan, berkhasiat, mengapa kamu berlengah, cuba mencari makanan yang lain, terlalu ingin mengejar kelazatan? Kelak nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. Kamu akan menyesal.

 

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan yang pasti membawa kebaikan kepada dirimu, menyayangimu, mengasihimu. MEngapa kamu berlengah, cuba membandingkannya dengan yang lain? Terlalu mengejar kesempurnaan? Kelak kamu akan kehilangannya apabila dia menjadi milik orang lain. Kamu juga yang akan menyesal.

 

Jangan terlalu mencari kesempurnaan.

Monday, August 23, 2010

Perihal Cinta Ep 27 | Karya Prof. Dr. HAMKA [Haji Abdul Malik Karim Amrullah]



Aku Mengaku Bahawa Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad itu pesuruh Allah

Kalau ada kepercayaanmu demikian, maka Allah tidaklah akan mensia-siakan engkau. Sembahlah Dia dengan khusyuk, dan ingatlah Dia pada waktu kita senang supaya Dia ingat kepada kita pada waktu kita sengsara. Dialah yang akan membimbing tanganmu. Dialah yang akan menunjukkan haluan hidupmu. Dialah yang akan menerangi jalan yang gelap.

Sahabatku......
Jangan takut menghadapi CINTA. Ketahuilah bahawa Allah yang menjadikan matahari dan memberinya cahaya. Allah menjadikan bunga dan memberinya kewangian. Allah menjadikan tubuh dan memberinya nyawa. Allah menjadikan mata dan memberinya penglihatan. Maka Allah pulalah yang menjadikan hati dan memberinya CINTA.

Jika hati mu diberi-Nya nikmat cinta sebagaimana hati ku, marilah kita pelihara nikmat itu sebaik-baiknya, kita jaga dan kita pupuk, kita pelihara supaya jangan dicabut tuhan kembali.

Cinta adalah iradat tuhan, dikirimnya ke dunia supaya tumbuh. Kalau dia terletak di atas tanah yang lekang dan tandus, tumbuhnya akan menyiksa orang lain. Kalau dia datang pada hati yang keruh dan kepada budi yang rendah, dia akan membawa kerosakan. Tetapi jika dia hinggap kepada hati yang suci, dia akan mewariskan KEMULIAAN, KEIKHLASAN dan TAAT KEPADA ILAHI.

Cinta bukan melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangis sedu sedan. Tetapi cinta menghidupkan pengharapan, menguatkan hati dalam perjuangan untuk menempuh onak dan duri kehidupan.

Cinta tak bergantung kepada wang. Kalau dua insan bercinta dapat bertemu, kesenangan dan ketenteraman fikiran adalah kekayaan hakiki. Lebih dari timbunan emas, lebih dari segenggam berlian malah lebih dari segala-galanya. Itulah kebahagiaan yang tak lekang dek panas, tak lapuk dek hujan.

Ketahuilah sahabatku...
Nikmat Ilahi ada di sekeliling tiap-tiap insan, ada di dusun, ada di kota, ada di lurah, ada di daratan dan ada di lautan. Tetapi nafsu tidak pernah merasa puas atau tidak ingat akan nikmat yang ada di sekelilingnya. Yang sentiasa diperhatikannya ialah nikmat yang ada di tempat lain dan di tangan orang lain. Kelak kalau ada kesempatan pindah ke tempat yang dilihatnya itu, dia akan menyesal dan dia teringat pulang, iaitu pada hari yang tiada berguna padanya penjelasan lagi...

Sahabat..
Alam itu kadang-kadang bisu dan kadang-kadang berkata, kadang-kadang muram dan kadang-kadang gembira rupanya. Semua itu bergantung kepada warna teropong hati yang melihatnya. Boleh pada suatu waktu kita akan datang kepada suatu tempat dengan hati yang hiba, maka muramlah cahaya matahari dan... lain kali kalau kita datang ke tempat itu juga dengan hati gembira, dia akan turut gembira. Kalau bukan demikian, tentu samalah bentuk lukisan dan gambaran yang dilukis oleh ahli-ahli lukisan yang mahir. Demikianlah juga bunyi dan maksud syair yang dicipta para pujangga. Boleh memuji dan menyanjung nikmat keindahan alam dan boleh pula menyesali dan memperlihatkan buruknya.

Wahai sahabatku..
Jangan sampai terlintas dalam hati mu bahawa di dunia ini ada satu kebahagiaan yang melebihi nikmat cinta. Jika diri mu percaya ada kebahagiaan selain cinta maka akan binasalah hidup mu. Kau akan meletakkan vonis kematian ke atas diri mu sendiri.

Ingatlah sahabatku..
Cinta bukan mengajar kita lemah tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan melemahkan semangat tetapi membangkitkan semangat.

Demikianlah ilham yang dibawa oleh cinta yang suci. Cinta yang suci adalah laksana setitis embun yang turun dari langit ke atas bumi Allah ini. Jika sekiranya bumi yang menerimanya itu subur, maka tumbuhlah di atasnya beraneka warna bunga-bungaan yang harum semerbak. Menanamkan damai, aman, sentosa, insaf, rasa percaya kepada diri sendiri. Dalam hal yang begini embun cinta yang setitis itu akan membawa manusia ke mayapada yang mulia. Tetapi jika cinta jatuh ke bumi yang tidak subur, yang tandus dan penuh batu-bata, tidak ada yang akan tumbuh di sana, lain dari sirih memanjat batu, kuning daunnya lemah gagangnya. Orang itu menjadi putus asa, cemburu sesama manusia, hilang kepercayaan kepada nikmat yang tersimpan dalam hidup. Atau menjadi seorang yang penbenci, kurang percaya pada diri sendiri, kadang-kadang pendendam dan mudah berkecil hati.

Ikhlas untukmu yang di kasihi....


Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)

Nota:
Allahyarham HAMKA adalah hamba Allah yang pertama yang mentafsir Al-Quran ke dalam Bahasa Melayu. Tafsir Al-Quran yang kita miliki hari ini semuanya atas usaha murni beliau.

Al-Fatihah..
Jazaqallhuqhaira (Semoga Allah akan membalasmu dengan lebih baik lagi. Amin!)

Semua ayat yang tertera di atas adalah petikan dari novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk hasil karya HAMKA.

NotaBuku:
1. Sumber.
2. Merancang perjalanan pulang ke kampung memang sukar.

Sunday, August 22, 2010

Perihal Cinta Ep 26

Semalam awak telefon saya
Awak kata telefon yang lagi satu
Awak dah hilangkan..

Saya sedih sangat
Sebab saya selalu telefon nombor tu

Tiba-tiba, ada panggilan masuk
Dari nombor awak..

Saya angkat; suara lelaki.
Dia kata dia jumpa telefon awak.
Dia nak pulangkan
tapi tak tahu kat mana nak cari awak.

Saya terus telefon awak balik.
Awak kata, nanti awak jumpa dia.

Kemudian dia telefon lagi.
Dia kata tak dapat jumpa awak.
Dia ada kerja lain.

Bila saya telefon awak,
saya dengar awak gelak.

Awak tahu tak
Betapa risaunya saya?

Rupanya awak kenakan saya.

Awak memang nakal.
Tapi saya tetap sayang awak.

0558p
20082010

NotaBuku:
1. Selamat hari lahir buat "Adikk"ku..

Saturday, August 21, 2010

Perihal Cinta Ep 25

Awak,
hari ni saya telefon awak.
Awak kata awak sibuk.
Janji awak, "Nanti saya telefon balik,"

Malam ni awak janji nak balik awal.
Awak suruh saya bersiap.
Awak kata awak nak rasa saya masak.
Tapi saya malu.
Saya tak pandai masak..

Awak suruh saya buka peti ais.
Awak kata ada tinggalkan barang.
Saya nampak satu plastik.
Awak tinggalkan resepi sekali.

Saya cuba masak, demi awak.
Saya tahu itu kegemaran awak.
Setiap satu resepi tu,
saya ikut.
Sebab saya takut tak sedap.

Tiba-tiba awak telefon.
Awak kata tak jadi balik.
Awak ada kerja di luar.
Tapi saya dah siap masak.

Malam ni
saya menangis seorang diri
Awak mungkir janji..
Saya tak suka..

Tiba-tiba ada orang ketuk pintu
Saya jadi takut.

Bila saya intai,
tak ada orang
tapi masih ada bunyi.
Jadi saya buka.

"Awak!"
Awak nakal sangat.
Rupanya awak menyorok.
Awak datang bawa kek.
Rupanya hari ini
hari ulangtahun kita..

Terima kasih, awak.
Saya betul-betul lupa.
Nasib baik ada awak..

Friday, August 20, 2010

Perihal Cinta Ep 24

Awak,
hari ni, bila saya buka mata,
saya rasa sakit sangat.
Tapi saya ingat, saya ada janji.

Saya gosok baju paling cantik.
Saya pilih baju yang paling awak suka.
Saya rindu sangat kat awak.
Sakit pening saya tak hiraukan.

Masa mandi,
ada darah keluar dari hidung saya.
Saya basuh berkali-kali,
tapi darah tu masih ada.
Akhirnya darah tu berhenti juga.

Lepas sarapan, saya minum air.
Saya terbatuk.
Saya nampak air yang saya minum
dah bercampur darah.

Bila sampai di bandar,
saya tunggu awak di lapangan.
Saya tengok masa penerbangan awak ditunda.
Saya kecewa sangat.

Saya tunggu.
Satu jam.
Dua jam.
Tiga, empat…

Bila saya bangun,
saya nampak cahaya putih,
siling putih,
dan saya juga nampak…

Awak…
Saya cuba senyum.
Tapi saya dah tak mampu.
Sakitnya saya rasa.
Saya terus tak sedar diri semula.

Bunyi beep-beep-beep ganggu saya.
Saya terjaga lagi.
Saya toleh ke kiri kanan,
dan nampak awak tidur…

Awak,
saya sayang awak.
Terima kasih, awak.
Tapi saya mesti pergi…
Selamat tinggal, awak…

NotaBuku
1. Terima kasih, teman, atas apa yang kau lakukan hari ini.
2. Penat benar hari ini. Tapi masih belum mampu menutup mata.
3. Mahu tahu berapa ramai yang masuk hasil sebaran dia.

Thursday, August 19, 2010

Wednesday, August 18, 2010

Perihal Cinta Ep 22

hari ini aku temukan cinta baru aku
yang sebenar sudah lama di hadapan mata
cinta aku pada dia bukan kerana rupa
sesungguhnya dia tak punya rupa
bukan pula pada pangkat
walau memang dia pengangkat darjat
tidak juga pada harta
kerana ia tak punya walau sedikit
tapi kerana ia adalah suatu yang tak ternilai
tak pernah terduga pada hati
cinta hati baru...

Tuesday, August 17, 2010

Perihal Cinta Ep 21 | Kisah Cinta Sweet!

Akibat Tertinggal Keretapi

"Benarlah kata orang, cinta tak kenal siapa. Dan kita takkan dapat mengagak jodoh kita dengan siapa dan berjumpa di mana. Selama ini aku selalu merancang untuk berkawan dengan seseorang dan sering kecewa dengan keputusan yang dibuat. Hinggalah satu hari aku perlu ke Johor Bharu untuk melawat saudaraku yang baru berkahwin.

Aku ke sana menaiki keretapi. Keretapi tersebut ada berhenti di beberapa stesen tertentu. Aku masih ingat, ia berhenti di stesen Larkin agak lama dan aku keluar dari keretapi tersebut.

Nak dijadikan cerita, aku ke kedai berdekatan untuk membeli sedikit barang tapi akhirnya aku tertinggal keretapi itu. Masa tu memang panik dan tak tahu nak buat apa. Tiba-tiba muncul seorang jejaka yang agak kacak rupanya menegurku dan ingin membantuku. Aku terima pertolongannya dan semuanya berjalan dengan lancar.

Dan kini dia bakal menjadi suamiku, dan aku sangat bersyukur dengan ketentuan Tuhan terhadap diriku.

Lina, 26.

Remaja Edisi 15 Ogos 2010.

NotaBuku
1. Bahaya bila baca buku sambil berjalan dan baca pula cerita ini, hampir dilanggar kereta. Fuh!
2. Ada teman baik hati yang baru, tapi masih belum lupakan teman baik hati yang lama. Sayang kamu semua! [Tak laratlah pula nak senaraikan]

Monday, August 16, 2010

Perihal Cinta Ep 20 | Saya Tahu Saya Siapa

Diedit dari sini.

Awak,
saya tahu saya siapa.

Saya tak layak bercinta. Saya tahu, cinta sekarang ni bukan macam dulu. Semuanya sekarang perlukan wang, walaupun semudah bercinta. Cakaplah macam mana pun tentang cinta tak mengenal harta, pangkat dan rupa. Kalau awak rasa awak percayakan semua tu lagi, awak ketinggalan. Terlalu jauh ke belakang, awak.

Jadi, tolong jangan ajar saya erti cinta dicintai.

Nak sentiasa berhubung? Nanti awak bosan, awak salahkan saya. Awak dah sedia maklum saya ni "kayu". Kata-kata saya, kata-kata biasa semata; lepas tu awak kata saya membosankan. Siapa yang suruh awak layan?

Memang salah saya sebab saya cari awak dulu. Tipulah kalau saya kata saya tak bersalah, kalau saya tak kasihan bila tengok awak kesunyian. Tapi masa saya sunyi, ada awak buat benda yang sama pada saya?

Susah senang semuanya saya tanggung sendiri.

Saya memang bukan dari kalangan orang yang kuat mengadu. Bukan sebab saya tak mahu susahkan orang, tapi sebab saya memang seorang yang lemah. Sangat lemah.

Kalau awak nak tahu sangat kenapa saya jadi "kayu", biar saya beritahu.

Saya ni cuma manusia miskin. Miskin harta. Miskin rupa. Miskin dunia. Akhirat? Biarlah Dia yang tentukan.

Miskin-miskin saya pun, saya tak pernah mohon pun untuk jadi penerima zakat. Saya mahu bekerja, malangnya saya tak dibenarkan kerja. Kalau saya langgar peraturan, nyawa ayah saya yang melayang disebabkan penyakit jantungnya. Sakit-sakit ayah pun, ayahlah yang berikan saya wang belanja setiap bulan. Kredit telefon saya, lebih baik saya gunakan untuk bertanyakan khabar ayah. Memang awak bukan orang pertama yang saya hubungi setiap kali saya tambah nilai.

Saya tahu awak pandai, awak belajar sampai ke menara gading. Saya tak akan dapat ijazah atau diploma macam awak. Saya bukan siapa-siapa. Bak kata makhluk yang menuhankan ijazah dan diploma, boleh jalanlah!

Lagi satu, saya bukan tuhan. Saya tak mampu berada di banyak tempat dalam satu masa. Mata saya dua, tak dapat melihat segalanya. telinga saya pun tak sejauh mana had pendengarannya, macam talian internet yang sedang lembab ini.

Awak nak salahkan saya sebab tak tanya khabar, saya terima. Saya sudah beritahu sejak awal yang saya tak akan tanya selalu, sebab saya tahu awak sibuk. Awak pun perlu tahu, saya juga ada dunia saya sendiri.

Saya pasti tak ada orang yang faham situasi saya. Saya sendiri anggap diri saya 'pelik'.

Saya bukan tak menghargai peluang-peluang yang awak beri. Ruang dan masa jadi penghalang antara kita. Kalaulah ada kerja di dunia ini menjadi pencinta, setiap bulan dapat gaji, tak mungkin saya lepaskan, awak. Dan saya tak harapkan satu sen pun dari awak. Awak ingat saya tak tahu berapa banyak yang awak dah keluarkan untuk hubungan ni? Saya pun belajar matematik, awak. Add Math saya lulus masa SPM dulu. Saya bukan bodoh, hanya nasib tidak berpihak kepada saya.

Kalau awak mahu tahu apa yang saya mahukan, saya harap awak bersabar sedikit. Tak lama, awak. Saya tak terniat pun mainkan awak. Kalau saya main-main, tak mungkin awak akan saya layan sejak kali pertama saya putus cinta. Itu bukan saya.

Tapi sekarang, awak boleh pergi. Buat apa awak bazirkan duit awak untuk saya lagi? Biarkan saya di sini. Saya menanti, dan akan terus menunggu.

NotaBuku:
1. Menyentuh dan tersentuh.
2. Entri diedit demi menjaga format blog, tapi masih dalam susunan asal.
3. Terima kasih kepada Syahid van Abdullah.

Sunday, August 15, 2010

Perihal Cinta Ep 19








Didicazli Ft Sleeq - Impianku


Pernahkah terlintas di hati,
Selama ini,
Ku selindung diri,
Sebalik irama kasih
Alunan naluriku

Di hadapan mu,
Ku membisu,
Mengubat rindu,
Mungkin silap ku,
Rahsiakan cinta

Di dalam sejuta ,
Ku temu,
Dirimu,
Yang seindah impianku,
Namun lamunan ku,
Yang terhenti,
Bila ku menyedari ,
Hadirnya aku antara beribu.

Ku lukiskan niat hati
Bersama lakar dan madah ku ini 
Ingin ku utuskan kepada mu sayangg ..
Tak ingin ku rahsia lagi,
Kasih yang membara di hati ,
Walau lidah ku kelu,
Ku nyatakan padamu,
Aku cinta kau..

Sering aku hanya terpaku bila,
Kamu di hadapanku 
Dan sering bayangan senyumanmu kan menjelma di dalam lena ku,
Ternyata kamu lah terindah insan impianku,
Ketahuilah kasih tiada siapa lagi di hatiku.
Di hatiku

Di dalam sejuta ,
Ku temu,
Dirimu,
Yang seindah impianku
Jika kau termampu,
Pilihlah ku,
Akan ku abadikan,
Sepenuh cinta ku,
Menyayangi mu…

Pernahkah terlintas di hati
selama ini, kuselindung diri
sebalik irama kasih
alunan naluriku

Di hadapanmu
kumembisu mengubat rindu
mungkin silapku
rahsiakan cinta

Saturday, August 14, 2010

Perihal Cinta Ep 18




Sleeq - Cun Saja


Lagu ini bukan di radio setiap hari untukmu
Lagu ini tidak perlu kau kembali kepadaku
Lagu ini hanya ingin kau fahami ku sudah teruskan hidupku
Semuanya cun saja

Tak perlu tinggalkan pesanan
Tak perlu buat panggilan
Ku tak perlu lagi kalau kau cuba mintak maaf
Lupakan sahaja
Diriku cun saja

Duduk di rumah seorang saja
Menulis lagu cinta
Menggunakan kisah ini tuk ceritakan

Cun hidupku kini cun saja
Sejak kita memang cun semuanya
Sejak pisah itulah permulaannya untukku berhati-hati dgn buaya
Ngap ngap pendirianku tegap
Jumlah kali kita bertengkar memang genap
Untuk aku ke tahap ini silap kita memang patut sama-sama kene sepak pak pak
Tapi bukan niat aku tuk salahkan dirimu
Aku sedar ku juga ada kekuranganku
Tapi kalau bersifat mementingkan diri sendiri untuk kebaikkan bukan kurang ajar itu

Duduk di rumah seorang saja
Mengarang lagu cinta
Dengan mengembalikan kisah kitakan tapi jangan perasaan
Ohh..

Walaupun ini bab yang baru ada masa arah ku tak tentu
Tetap rindu kehadiranmu, tidak patut
Kerna ku takut

Lagu ini,
Tandanya kamu masih sayangkan ku
Walaupun sudah tidak bersama lagi

Lagu ini,
Tandanya ku masih rindukanmu
Walaupun sudah tidak bersama lagi

Lagu ini,
Dengan lagu ini ku ingin memberitahu kamu bahawaku okay
Aku okay

Lagu ini,
Dengan lagu ini ku ingin memberitahu kamu jangan cakap tak boleh

Read more: Sumber

NotaBuku:
1. My bro love this song so much. I think he gave this to his ex. Macam sweet kan? Huh! Tak fasal-fasal jadi doktor cinta dia untuk kali ke berapa.
2. Esok ada kelas tutor dengan student pra-diploma Business Management. Ah, terasa seronok pula mengajar.
3. Seorang teman lama beritahu aku dia nampak ayah. Oh, sampai ke sana rupanya ayah merayau. Haha.. Teringat kenangan zaman sekolah.

Friday, August 13, 2010

Perihal Cinta Ep 17

Biarkan mentari itu bersinar di atas kita.
Biarkan!
Jangan takut meredah teriknya
Sakit perit sesaat cuma

Biarkan laut itu bergelora
Jangan matikan alunannya
Biar ia bebas meneroka
Dari selatan sampai utara

Biarkan dia dengan dunianya
Mabuk hanyut dalam ruang cinta
Jaga dia tiada sedar
Mata terpejam dalam jaga

Biarkan..

0537p 06082010